Lapor SPT Tahunan tidak boleh Manual


SPT tahunan
Efilling
Lapor SPT tahunan secara manual sudah mulai ditinggalkan oleh direktorat jenderal pajak. Pemerintah dalam hal ini direktorat jenderal pajak gencar melakukan sosialisasi pelaporan SPT secara online atau yang sering disebut e-Filling. Direktorat jenderal pajak juga melakukan sosialisasi jemput bola pelaporan SPT tahunan secara online dari kantor ke kantor untuk memandu pelaporan SPT secara online. Dengan harapan kedepannya semua pelaporan SPT tahunan dilakukan secara e-Filling.

Tak bisa dipungkiri bahwa pelaporan SPT tahunan yang dilakukan secara manual memiliki beberapa kekurangan. Berikut ini kekurangan pelaporan SPT tahunan manual:

1.     Antrian yang panjang di kantor pajak

2.     Sering terjadi kesalahan penghitungan karena dilakukan secara manual

3.     Data kurang aman

4.     Wajib pajak tidak memiliki data SPT tahunan apabila tidak dicopy.

Pelaporan SPT tahunan secara e-Filling dapat dilakukan dengan mudah dan praktis. Bahkan pelaporan SPT tahunan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Bisa dibandingkan dengan pelaporan manual, wajib pajak bisa seharian antri di kantor pelayanan pajak.

Direktorat jenderal pajak mengeluarkan kebijakan bahwa wajib pajak yang pernah melaporkan SPT tahunan secara e-Filling tidak bisa melaporkan lagi SPT tahunan secara manual. Sekali melaporkan SPT dengan e-Filling, wajib pajak kedepannya harus selalu melaporkan SPT tahunan secara e-Filling.

Wajib pajak sudah tidak perlu lagi antri lapor SPT di kantor pajak. Bahkan beberapa kantor pelayanan pajak sudah tidak menerima lagi pelaporan SPT tahunan secara manual. Jadi jangan kaget apabila SPT manual yang dibawa ditolak oleh kantor pelayanan pajak.

bagaimana apabila wajib pajak sudah bawa form manual dari rumah?

Wajib pajak yang terlanjur bawa form manual dari rumah akan dialihkan untuk melaporkan SPT tahunan secara online. Petugas dari kantor pelayanan pajak akan memandu wajib pajak dari pembuatan nomor efin sampai memperoleh tanda terima pelaporan SPT tahunan. Kantor pajak biasanya menyediakan komputer atau wifi untuk menunjang pelaporan SPT secara e-Filling. Wajib pajak hanya perlu menggunakan smartphone untuk pelaporan SPT tahunan. Mudah bukan.

Apabila wajib pajak belum pernah melaporkan SPT tahunan secara online, wajib pajak bisa datang ke kantor pelayanan pajak dengan membawa data berikut ini:

1.     Bukti potong

2.     Email

3.     Fotocopy KTP

4.     NPWP

Dengan membawa data-data tersebut wajib pajak akan dipandu pelaporan SPT tahunan dari mendapatkan nomer efin sampai dengan menerima tanda terima pelaporan SPT tahunan.

Saat ini tanda terima pelaporan SPT tahunan tidak lagi dalam bentuk manual. Dengan sistem e-Filling tanda terima akan diberikan melalui email yang didaftarkan wajib pajak dalam pembuatan efin sehingga keamanan lebih terjaga.

Jangan kaget apabila wajib pajak datang ke kantor pelayanan pajak membawa SPT manual akan ditolak kantor pelayanan pajak. Apabila wajib pajak belum pernah lapor secara online, sebaiknya wajib pajak konsultasi ke kantor pelayanan pajak untuk dipandu dalam pengisian SPT tahunan secara online. Perlu diingat, semakin mendekati jatuh tempo pelaporan semakin banyak antrian di kantor pajak. Oleh karena itu, alangkah lebih bijak apabila wajib pajak datang lebih awal dalam bulan januari atau februari untuk menghindari antrian banyak.

Semoga bermanfaat




No comments for "Lapor SPT Tahunan tidak boleh Manual"